The Wedding Of

Dika & Nursa

Jumat, 29 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds

QS. Ar-Rum Ayat 21


وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Assalamu`alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh


Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami

Dika Adi Saputra

Putra Pertama dari Bapak Suroto & Ibu Jatmi

&

Nursa Aprillia

Putri Ketiga dari Bapak Kadari & Ibu Haryati
Kami akan menikah, dan kami ingin Anda menjadi bagian dari hari istimewa kami!

Akad Nikah

Jumat, 29 Mei 2026

Pukul 08.00 WIB

Kediaman Mempelai Wanita (Dk. Guwo, Ds. Kemadohbatur).

Resepsi

Jumat, 29 Mei 2026

Pukul 11.00 WIB - Selesai

Kediaman Mempelai Pria (Dk. Guwo, Ds. Kemadohbatur).

Love Story

Semesta memiliki cara yang unik untuk mempertemukan dua jiwa, dan bagi kami, semuanya bermula dari jejaring sosial. Tak ada yang menyangka bahwa ketidaksengajaan di dunia maya akan menjadi awal dari sebuah perjalanan nyata yang penuh makna.

Tepat pada tanggal 28 Februari, sebuah pesan singkat darinya mampir di kolom percakapan saya untuk pertama kalinya. Sejak hari itu, percakapan kami mengalir tanpa henti. Kami mulai saling bertukar kabar, berbagi cerita tentang keseharian, hingga tawa-tawa kecil yang terselip di balik layar ponsel. Hubungan itu terasa begitu intens, seolah kami sudah saling mengenal sejak lama.

Namun, sebagaimana sebuah perjalanan, jalan kami tak selalu mulus. Kami sempat kehilangan arah dan berada dalam fase lost contact selama kurang lebih satu minggu. Keheningan itu sempat membuat segalanya terasa menggantung, hingga akhirnya sebuah keadaan memaksa saya untuk kembali menghubungi dan meminta bantuannya. Momen itulah yang menjadi titik balik; komunikasi kami kembali terjalin, bahkan jauh lebih dalam dari sebelumnya.

Waktu terus berjalan hingga tiba pada 25 Maret 2026. Di hari itu, dengan segala keberaniannya, ia mengutarakan niatnya untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Kejujuran yang ia tawarkan justru membuat saya dirundung keraguan. Saya menolaknya saat itu, bukan karena tak ada rasa, melainkan karena saya membutuhkan sebuah kepastian yang lebih dari sekadar kata-kata. Saya memintanya untuk membuktikan ketulusan tersebut.

Alih-alih mundur, ia justru menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Ia membuktikan bahwa setiap ucapannya bukanlah janji kosong. Maka, tepat di hari yang sama, setelah melihat keteguhan hatinya, saya pun luluh. Kami resmi memulai hubungan tersebut dengan sebuah komitmen baru.

Puncak dari pembuktian itu terjadi tidak lama kemudian. Pada tanggal 8 April, ia datang dengan penuh penghormatan untuk mengikat janji di hadapan kedua orang tua saya. Sebuah cincin yang melingkar menjadi saksi bisu bahwa cinta yang berawal dari sapaan singkat di media sosial, kini telah bernaung di bawah restu keluarga dan keseriusan untuk melangkah bersama selamanya.
Sebuah komitmen yang kuat sering kali diuji oleh ruang dan waktu. Perjalanan kami bermula pada tanggal 6 Mei 2025, hari di mana kami bersepakat untuk menjalin hubungan asmara. Namun, langkah awal tersebut mengharuskan kami untuk menerima kenyataan bahwa kami harus menjalani hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship).

Selama sembilan bulan, kami merawat ikatan ini di tengah bentangan jarak. Perjalanan tersebut tentu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilalui. Ada kerinduan yang harus ditahan, serta berbagai tantangan yang menuntut kedewasaan, kepercayaan, dan kesabaran ekstra dari kedua belah pihak. Meski demikian, keyakinan bahwa jarak hanyalah ujian sementara menjadi penguat bagi kami untuk terus bertahan.

Penantian panjang itu akhirnya menemui titik terang pada 9 Februari 2026. Ia kembali pulang, membawa serta rindu dan janji yang selama ini kami jaga dari kejauhan. Kepulangannya mengakhiri fase jarak fisik di antara kami, sekaligus menandai babak baru dari perjalanan hubungan ini.

Tak butuh waktu lama baginya untuk merealisasikan tujuan utama dari kepulangannya. Hanya berselang beberapa hari, tepatnya pada tanggal 15 Februari 2026, ia membuktikan kesungguhan hatinya. Dengan niat yang luhur dan sikap yang penuh hormat, ia datang ke rumah menemui kedua orang tua saya. Di hadapan mereka, ia memohon izin dan restu untuk melamar saya.

Perjalanan sembilan bulan yang penuh liku dan jarak akhirnya bermuara pada sebuah kepastian. Segala rintangan terbayar lunas oleh keberaniannya membawa hubungan ini menuju ikatan yang suci dan nyata.
:Tak perlu seseorang yang sempurna. Cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapa saja."

(Habibie & Ainun)"

Bismillahirrahmanirrahim Kami akan memutuskan untuk menjalani kehidupan, menjalankan ibadah terpanjang seumur hidup semati..

Kami akan memutuskan untuk saling menerima, mengakui setiap kelemahan dan kelebihan diantara kita.

Untuk itu, Kami mohon doa & restu terbaiknya

Wedding Gift

Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.

Dika Adi Saputra

085828005024

Salin

Nursa Aprillia

082224236273

Salin

Anda Juga Bisa Mengirim Kado Fisik Ke Alamat Berikut:

• Alamat 1: Dk. Guwo, Ds. Kemadohbatur, Kec. Tawangharjo (u.p. Dika Adi Saputra).
• Alamat 2: Ds. Beketel, Kec. Kayen.

Atas kehadiran dan do’a restu dari Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian, kami mengucapkan Terima Kasih.


Wassalamualaikum Wr. Wb.

Dika & Nursa

Jumat, 29 Mei 2026

RSVP & Kolom Ucapan

WhatsApp-Image-2026-05-12-at-15.22.04-1
The Wedding Of
Dika & Nursa
Jumat, 29 Mei 2026
Kepada Bapak/Ibu/Saudara/i